Perihal PSE : Petisi Gugat Kominfo Tembus 7000 Tanda Tangan

GiateknoPetisi Gugat Kominfo, Petisi menggugat Kementerian Komunikasi dan Informatika telah ditandatangani lebih dari 7000 orang pada Selasa (2/8).

Sebuah petisi gugat Kominfo dibuat oleh seorang bernama Fiqi Amd di laman change.org sebagai bentuk protes atas pemblokiran yang dilakukan lembaga tersebut pada sejumlah platform teknologi seperti yakni PayPal, Dota2, Steam, Epic Games, CS Go, Origin, dan Yahoo Search Engine.

Gugat Kominfo

“Tolong jangan blokir Steam, dota, paypal, counter strike, origin, epic games karena mematikan konten kreator, gamer, pro player, esport, dan mereka pihak yang dirugikan,” tulisnya dalam petisi tersebut.

Ia lantas mempertanyakan solusi alternatif selain pemblokiran.

“Apakah tidak ada solusi lain selain harus meblokir sebuah situs game legal hanya gara – gara belum daftar PSE?” ujarnya.

Selain itu, pada gambar yang dilampirkan dalam gugatan, Fiqi menuliskan “Jangan blokir sembarangan kasih mereka waktu.”

Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Selasa (2/8) pukul 15.46 WIB, petisi ini telah ditandatangani 7966 orang.

Beberapa komentar dari netizen yang menandatangani petisi menunjukkan keresahan mereka atas pemblokiran ini, seraya merujuk pada aplikasi-aplikasi yang seharusnya diblokir.

Salah satu komentar datang dari Sarah Aulia Marwah yang menyebut “slot aja tuh yang diblokir.”

Selain itu, ada juga komentar dari Jason Karjadi yang menyebut tidak ada keuntungan dari memblokir layanan-layanan platform tersebut.

“Saya tidak melihat ada untungnya untuk masyarakat dengan memblokir banyak layanan situs online,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kominfo telah membuka blokir untuk lima dari tujuh platform yang diblokir.

Platform-platform yang dibuka blokirnya tersebut adalah PayPal, Yahoo, dan Valve Corp yang terdiri dari Steam, CS Go, dan DOTA.

Paypal telah dibuka aksesnya sejak Minggu (31/7) pukul 08.00 WIB. Sementara Valve Corp yang terdiri dari Steam, CS GO, dan DOTA telah dilakukan normalisasi sejak pukul 08.30 WIB hari ini.

Yahoo juga diklaim telah mendapat normalisasi pada jadwal yang sama dengan Valve Corp.

Jika Anda ingin ikut serta dalam memberikan suara dalam petisi tersebut silakan untuk mengunjungi Change.org melalui link berikut ini :

GUGAT KOMINFO STOP MAIN BLOKIR TIDAK JELAS! MENDING BLOKIR SITUS JUDI!

Apa Itu PSE?

Secara definisi, PSE adalah orang, penyelenggara negara, atau badan usaha, yang menyediakan, mengelola,atau mengoperasikan sistem elektronik kepada pengguna. Dalam PP 71/2019, terdapat kewajiban PSE, baik PSE Lingkup Publik maupun Privat, untuk melakukan pendaftaran layanannya ke Kominfo. Tujuannya untuk mengoordinasikan pemanfaatan teknologi informasi yang terdapat di Indonesia.

PSE-Indonesia
PSE Kominfo

Dalam hal pendaftaran PSE Lingkup Privat, mekanismenya diatur dalam Permen Kominfo 5/2020. Pada aturan itu, pendaftaran PSE Lingkup Privat dilakukan lewat mekanisme Online Single Submission (OSS).

Pendaftaran wajib dilakukan oleh PSE Lingkup Privat, seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan sebagainya, agar mendapat semacam izin mengoperasikan layanan sistem elektroniknya di Indonesia. Untuk mendapatkan izin itu, PSE Lingkup Privat harus mengajukan permohonan pendaftaran ke Kominfo yang memuat tentang informasi sebagai berikut:

  • Gambaran umum pengoperasian sistem elektronik yang terdiri dari nama sistem elektronik, alamat IP server, keterangan data pribadi yang diproses, lokasi pengelolaan sistem elektronik, sertifikat keamanan, dan sebagainya.
  • Kewajiban untuk memastikan keamanan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Kewajiban melakukan perlindungan Data Pribadi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Kewajiban untuk melakukan uji kelaikan Sistem Elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bila PSE Lingkup Privat tidak melaksanakan kewajiban sesuai dengan peraturan tersebut, maka bakal dikenai sanksi administratif. Adapun sanksi administratif itu adalah berupa pemutusan akses atau pemblokiran terhadap sistem elektronik miliknya.

PSE Yang Belum Daftar

Mengingat batas waktu pendaftaran kian dekat, masih banyak nama besar PSE Lingkup Privat yang populer di Tanah Air, yang belum terlihat terdaftar di laman PSE Kominfo. Pantauan KompasTekno di laman pse.kominfo.go.id pada Senin (18/7/2022), PSE besar seperti Google, Facebook, WhatsApp, Instagram, Netflix, Twitter, Zoom, hingga YouTube masih belum muncul sebagai PSE terdaftar.

Dengan belum melakukan pendaftaran, berarti beberapa layanan dari perusahaan tersebut bakal berpotensi diblokir. Belum diketahui apa penyebab perusahaan teknologi tersebut belum melakukan pendaftaran. Padahal, Kominfo sudah melayangkan imbauan pendaftaran PSE sejak tahun lalu. Namun pada akhir Juni lalu, KompasTekno sempat menghubungi dua platform besar yang beroperasi di Indonesia yakni Meta (Facebook, WhatsApp, IG) maupun Twitter.

Tidak Akan Langsung Diblokir?

Dalam hal pengenaan sanksi administratif atau pemblokiran layanan, sesuai Permen Kominfo 5/2020, Kominfo akan berkoordinasi dengan otoritas atau kementerian yang lain dulu. Dedy juga menjelaskan, setelah dilakukan koordinasi dengan kementerian lain maka Kominfo bakal berkomunikasi dengan PSE yang belum terdaftar, untuk menanyakan alasannya. “Jika tidak ada penjelasan yang cukup bisa diterima oleh Kementerian Kominfo, maka sesuai dengan PM 5/2020 dan revisinya, maka kami akan langsung melakukan pemutusan akses,” kata Dedy.

Dengan adanya proses komunikasi tersebut, berarti PSE Lingkup Privat yang belum daftar, kemungkinan besar tidak bakal langsung diblokir setelah 20 Juli 2022. Kemudian, bila PSE Lingkup Privat terlanjur diblokir, akses layanannya pun masih bisa dibuka kembali atau dinormalisasi.

Agar bisa dinormalisasi, PSE yang terlanjur diblokir harus melaksanakan kewajiban sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. Demikian penjelasan seputar wacana Kominfo blokir WhatsAppInstagramFacebook, dan Google, yang bakal berlaku mulai 20 Juli mendatang, semoga bermanfaat.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img