Cerita User PayPal Kesulitan Tarik Gaji Saat PayPal Diblokir

GiateknoKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sempat memblokir PayPal pada Sabtu (30/7/2022) lantaran belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat. Selang beberapa hari, Kominfo membuka blokir PayPal sementara selama lima hari kerja, terhitung dari 1-5 Agustus 2022.

Selama blokir sementara dibuka, Kominfo mengimbau agar pengguna bisa memindahkan transaksinya di PayPal, sebelum akhirnya kembali diblokir apabila belum juga mendaftarkan diri sebagai PSE Lingkup Privat.

Salah satu pengguna yang kena imbas pemblokiran ini adalah seorang video editor penuh waktu (full time) bernama Iim (nama samaran). Iim yang saat ini berdomilisi di Lampung, bekerja di salah satu agensi di Singapura.

Dia bercerita, saat PayPal diblokir tanggal 30 Juli lalu, dia sempat menarik gaji pertamanya di laman Paypal. Saat itu, transaksi sempat berlangsung dengan lancar.

Namun, saat penarikan kedua, mendadak laman tersebut eror dan tidak bisa diakses sama sekali. Dia pun gelisah dan panik karena muncul tulisan yang menyebut bahwa laman PayPal tidak terkoneksi dengan internet. Walhasil, penarikan uang yang dilakukan pun gagal dan uang Iim “nyangkut” di PayPal.

“Pas diblokir kemarin, satu jam sebelum diblokir saya tarik (uang), uangnya sudah sampai. Nah, (saat PayPal) diblokir, saya tarik (untuk yang) kedua kali, gaji kedua. Panik saya, kenapa enggak bisa, internet enggak bisa, panik saya,” jelas Iim.

Saat itu, uang yang tersangkut sekitar 2.000 dollar AS atau setara dengan Rp 29,7 juta (mengikuti kurs hari ini). Rasa panik tersebut semakin bertambah karena Iim harus membayar sejumlah tagihan di keesokan harinya.

Sementara uang tunai yang saat itu dipegangnya, belum cukup untuk kebutuhannya. “Mana besok harus bayar tagihan dan lain-lain. Itu duitnya (tunai) kurang posisinya,” imbuh Iim.

Kegelisahan dan kepanikkan Iim juga dialami pengguna PayPal lain. Seorang mahasiswi bernama Jasmine, yang bekerja sebagai freelance (pekerja lepas) video editor di daerah Tangerang, juga terkena imbas dari pemblokiran layanan PayPal.

Jasmine yang kerap mendapatkan klien dari luar negeri, mengaku sedih setelah tahu adanya pemblokiran akses Paypal oleh Kominfo. “Jujur, sedih sih PayPal diblokir.

Sebagai freelance yang cari dananya untuk memenuhi kecukupan sehari-hari, agak tersendat gara-gara Paypal terblokir. Panik juga karena ada dana sebagian yang masih ada di dalam Paypal,” ujar Jasmine.

Dirinya mengaku, dana yang disimpan di PayPal jumlahnya tidak terlalu besar, yakni 30 dollar AS (Rp 446.340). Kendati demikian, pemblokiran PayPal cukup membuatnya panik.

Lakukan Pemindahan Transaksi

Sebagaimana imbauan Kominfo, Iim dan Jasmine memindahkan saldo mereka dari PayPal ke platform layanan keuangan lain. Iim memilih memindahkan uangnya dari PayPal ke aplikasi serupa, yakni Wise. Sementara Jasmine, memilih menggunakan Jenius. Menurut Iim, layanan Wise jauh lebih mudah dibandingkan dengan PayPal.

Proses transaksi bisa dilakukan secara langsung. Sehingga kegiatan penarikan uangnya juga bisa dilakukan dengan cepat. Hal itu berbeda dengan sistem Paypal.

Di PayPal, terkadang proses verifikasi dana dan akun yang dilakukan cukup memakan waktu beberapa hari, bahkan bisa sampai 60 hari (sekitar dua bulan).

“Saya terakhir pakai PayPal harus nunggu sampai dua bulan, pertama kali (uangnya) sekitar 250 dollar AS kalau enggak salah, Rp 4 jutaan-lah saya harus nunggu ambil uang selama dua bulan,” papar Iim.

Soal pemblokiran, Iim mengatakan seharusnya akses ke PayPal tidak ditutup di akhir bulan. Sebab, biasanya para freelance atau pekerja perusahaan asing seperti Iim, menerima upah di akhir bulan.

“Blokirnya itu di akhir bulan, kenapa enggak di tengah-tengah bulan? Sama kayak mematikan pekerjaan orang. Apalagi sistem PayPal rumit seperti gitu, kalau misalkan ambil (uang) di hari Jumat, sampainya (baru) di hari Rabu,” tambah Iim.

Seperti Iim, Jasmine juga memindahkan saldonya di PayPal, setelah blokirnya dibuka sementara oleh Kominfo. Dia baru akan memindahkan dana ke platform layanan keuangan lain hari ini, Selasa (2/8/2022).

Sebab, dia mengaku masih gagal mengakses laman PayPal Senin (1/8/2022) kemarin, serta ada kendala lainnya.

Dengan pembukaan pemblokiran selama lima hari (1-5 Agustus 2022), Jasmine merasa kesempatan yang diberikan Kominfo seharusnya sudah cukup apabila saldo dipindahkan dengan segera setelah blokir dibuka.

Dia juga menambahkan kalau proses perpindahan ini mungkin hanya akan memakan tiga hari waktu kerja. “Menurutku cukup ya (waktu pembukaan blokir sementara lima hari kerja). Pemindahan dana paling lama itu bisa tiga hari (kerja), karena dana yang masuk ke bank dan ingin dialokasikan membutuhkan waktu” papar Jasmine.

PayPal Untuk Transaksi Ke Luar Negeri

PayPal mungkin bukan platform keuangan yang umum bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Umumnya, PayPal digunakan bagi mereka yang kerap melakukan transaksi dari dan ke luar negeri.

Seperti Iim, yang menggunakan PayPal karena permintaan kliennya di luar negeri. Menurut pengalamannya, ada sejumlah klien yang punya aturan ketat dalam bertransaksi dan meminta melakukan pembayaran menggunakan PayPal. Tidak hanya itu, klien yang berasal dari Amerika Serika (AS) umumnya menggunakan kartu kredit (CC/credit card) untuk melakukan pembayaran.

Akan tetapi, menurut Iim, transaksi di layanan Paypal sangat rumit dan membingungkan. Sehingga, dia hanya menggunakan PayPal apabila memang diwajibkan oleh kantor yang merekrutnya. “Intinya, saya kalau terdesak saja pakai PayPal. Saya menghindari pembayaran menggunakan PayPal karena itu sangat membingungkan sekali,” ungkap Iim.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img