Home Blog

105 Juta Data KPU Diduga Bocor dan Dijual Online, Pengamat Sebut Datanya Valid

0

Giatekno.com – Kasus kebocoran data di Indonesia kembali terjadi, kali ini menyangkut institusi KPU (Komisi Pemilihan Umum). Pada Selasa (6/9/2022), ditemukan sebanyak 105 juta data penduduk Indonesia yang diduga milik KPU dibagikan di forum online “Breached Forums”.

Data itu diunggah oleh salah seorang anggota forum dengan username “Bjorka” dan dijual seharga Rp 5.000 dollar AS (Rp 74,4 juta). Dalam unggahannya, Bjorka mengeklaim memiliki data penduduk Indonesia dari KPU dengan ukuran file terkompres sebesar 4 GB

Bjorka menerangkan file tersebut berisi 105.003.428 data penduduk Indonesia, yang terdiri dari data NIK (Nomor Induk Kependudukan), nomor KK (Kartu Keluarga), nama lengkap, alamat domisili, hingga keterangan status disabilitas.

Untuk diketahui, Bjorka sendiri merupakan pelaku yang sama dengan kasus kebocoran 1,3 data SIM Card (kartu SIM) dan kasus kebocoran 26 juta data pelanggan Indihome. Bjorka membagikan dua data itu di Breached Forums pada akhir Agustus lalu.

Sementara itu, pada kasus kebocoran 105 juta data penduduk Indonesia yang diduga dari KPU kali ini, terjadi tak lama setelah Bjorka mengunggah pesan “Stop Being an Idiot” untuk membalas pernyataan Kominfo yang minta hacker jangan menyerang.

Dari 105 juta data penduduk Indonesia itu, Bjorka lantas membagikan 2 juta data yang dapat diunduh secara bebas dan gratis sebagai sampel. Berdasar sampel yang dibagikan, beberapa pengamat mengatakan data tersebut valid.

Data dinilai valid

Peneliti keamanan siber independen yang juga seorang bug hunter (pemburu celah keamanan internet), Afif Hidayatullah sempat melakukan pengecekan data NIK yang terdapat di sampel itu secara acak.

Afif mencari sampel NIK yang berasal dari Kota Kediri kemudian dicek melalui situs Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari daerah tersebut. Berdasar hasil pengecekan, Afif menyatakan datanya valid milik penduduk Indonesia.

“Saya coba check (secara) random NIK-nya. Salah satunya yang ada di kota Kediri, yaitu 3571, dan (hasilnya) ya NIK sih valid. Menurut saya, berarti data ini benar data masyarakat kita,” kata Afif melalui pesan singkat kepada GiaTekno, Selasa (6/9/2022).

Meski demikian, Afif belum mengetahui sumber kebocoran 105 juta data kependudukan milik warga Indonesia. Namun, dia menduga bahwa data tersebut berasal dari Daftar Pemilih Tetap Komisi Pemilihan Umum (DPT KPU).

“Kalau sumber, saya belum yakin. Cuma (jika) dilihat dari file sample itu diberi nama ‘DPTKPU2M’, kalau dipisah (menjadi) DPT KPU. Ini di (pencarian) Google masuknya data pemilihan tetap (DPT). Ini masih dugaan saya,” kata Afif.

Keabsahan data yang dibagikan Bjorka tersebut juga diungkapkan oleh praktisi keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya. Setelah dilakukan pencocokan data dari sampel yang disematkan Bjorka, Alfons meyakini bahwa data tersebut valid.

Dia juga mengatakan, bahwa sumber data tersebut kemungkinan besar berasal dari KPU, lantaran terdapat informasi TPS.

“Dan datanya kemungkinan besar memang data KPU karena di sana ada informasi TPS,” kata Alfons kepada GiaTekno.

KPU bantah datanya bocor

Menanggapi dugaan data KPU bocor ini, Koordinator Divisi Data dan Informasi KPU RI, Betty Epsilon membantah bahwa data yang diunggah Bjorka di Breached Forums bersumber dari mereka.

Setelah kami analisis, koding yang dilakukan dalam situs yang dimaksud bukan merupakan data yang dimiliki KPU,” ujar Betty Epsilon, kepada Giatekno.com, Selasa (6/9/2022) malam.

“Sejauh ini koordinasi kami kepada tim satgas keamanan cyber KPU, semua sistem informasi masih kondusif kondisi keamanannya,” imbuhnya.

4 Langkah Aktifkan Jaringan 5G di iPhone untuk Pengguna Indonesia

0

Giatekno.com – Ada empat langkah untuk mengaktifkan jaringan 5G di iPhone untuk pengguna Indonesia. Tentu, hal ini cukup mudah untuk pengguna pemula sekalipun.

Dirangkum dari berbagai sumber, pemanfaatan sinyal 5G pada perangkat Apple ini, baru bisa diakses untuk beberapa model iPhone saja.

Kemudian, bagi pengguna Indonesia yang ingin merasakan sensasi jaringan 5G iPhone, mesti menggunakan provider yang sudah menyediakan koneksi generasi baru ini.

Berikut cara mengaktifkan 5G di iPhone untuk para pengguna di Indonesia.

  1. Buka menu Settings
  2. Pilih opsi Celluler
  3. Muncul opsi pengaturan 5G On, 5G Auto, dan 4G serta VoLTE
  4. Pilih 5G Auto supaya perangkat otomatis mengakses jaringan 5G

Sebagai informasi, belum semua wilayah di Indonesia yang menyediakan layanan 5G, artinya pengguna harus menggunakan operator dan berada di area dengan jangkauan 5G.

Data PLN Bocor, Kominfo Panggil Manajemen

0

GiaTekno.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) buka suara terkait dugaan kebocoran data 17 juta pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang diperjual-belikan di sebuah forum online.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan mengatakan Kominfo telah memanggil manajemen PLN, Sabtu (20/8/2022) untuk meminta keterangan atas dugaan kebocoran data tersebut.

Menurut Kominfo, PLN mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap keamanan siber PLN. Selain itu, PLN juga mengatakan akan melakukan peningkatan sistem perlindungan data pribadi pelanggan PLN.

“Kementerian Kominfo telah menyampaikan rekomendasi teknis kepada PLN guna meningkatkan pelindungan data pribadi pelanggan PLN,” kata Samuel dalam keterangan resmi yang diterima GiaTekno, Minggu (21/8/2022).

Kemudian, Kominfo akan terus meninjau pemenuhan kewajiban PLN terhadap ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku, serta kewajiban lain sesuai aturan perundang-undangan.

Sudah koordinasi dengan BSSN

Sebelumnya, pihak PLN mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Kominfo serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menelusuri dugaan kebocoran data pelanggan PLN.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kominfo dan BSSN untuk menemukan sumber data pelanggan yang beredar di internet sekaligus upaya untuk peningkatan pengamanan,” kata juru bicara PLN, Gregorius Adi Trianto dalam keterangan resmi yang diterima GiaTekno, Sabtu (20/8/2022).

PLN juga mengatakan akan menindaklanjuti rekomendasi dari berbagai pihak, termasuk Kominfo untuk mempercepat proses investigasi dan melakukan sejumlah langkah perbaikan bersama.

“Sehingga data pribadi (pelanggan) tetap terlindungi,” imbuh Adi.

Data yang bocor diklaim sudah tidak update

Adi memastikan data pelanggan aktual PLN aman dan tidak disusupi oleh pihak luar. Hal tersebut diketahui berdasarkan sejumlah pengecekan yang dilakukan pada data center utama PLN melalui sistem dari berbagai perimeter.

Google Down, Terulang Kembali Sejak Desember 2021

0

GiateknoGoogle down ramai jadi pembicaraan netizen di media sosial pada Selasa, 9 Agustus lalu. Mereka mengeluhkan tidak bisa melakukan pencarian di Google Search dan menemukan peringatan ‘Error 500’.

Tumbangnya Google pagi ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut data DownDetector, pengguna di Inggris, Australia, Singapura, dan Amerika Serikat juga melaporkan kesulitan mengakses Google.

Ini pertama kalinya Google tumbang pada tahun 2022. Menurut pantauan Giatekno, terakhir kali layanan Google mengalami gangguan di Indonesia dan sejumlah negara adalah pada 1 Desember 2021.

Sepanjang tahun 2021, Google sempat down hingga empat kali. Dari rangkaian kejadian tersebut, banyak layanan Google yang terdampak seperti Google Meet, Drive, Gmail, dan masih banyak lagi.

Peristiwan ini tentu selalu disambut keluhan netizen yang sudah sangat bergantung dengan layanan Google untuk kegiatan belajar dan bekerja. Berikut rangkuman Giatekno terkait Google down sepanjang tahun 2021.

google-tumbang

Januari 2021

Pada 6 Januari 2021 beberapa layanan Google sempat tumbang. Saat itu pengguna tidak bisa mengakses Google Meet, Drive, dan beberapa layanan Google lainnya.

Februari 2021

Sebulan kemudian, pada 4 Februari 2021 layanan Google kembali tumbang. Dampaknya paling terasa di Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Malang hingga Singapura. Pengguna mengeluhkan tidak bisa menggunakan Gmail, YouTube, Google Search, dan layanan Google lainnya.

April 2021

Pada 8 April 2021, Google kembali down di beberapa negara. Pengguna di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam banyak melaporkan kejadian ini lewat situs DownDetector.

Di Indonesia, wilayah yang paling banyak melaporkan gangguan layanan Google adalah Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Netizen di Twitter mengeluh tidak bisa mengakses YouTube, Google Translate, Gmail, dan aneka produk Google lainnya.

Tapi tidak lama setelah laporan layanannya tumbang, Google membantah sistemnya lumpuh hingga tidak bisa diakses. Mereka mengacu pada dasbor resmi status layanan Google di Dashboard Google.

Desember 2021

Netizen kembali melaporkan layanan Google down pada 1 Desember 2021. Sebagian besar pengguna mengeluhkan kesulitan melakukan pencarian menggunakan Google Search.

Sama seperti kejadian Google down kali ini, pengguna yang melakukan pencarian di Google Search justru disambut pesan error. Kejadian ini tidak hanya dilaporkan di Indonesia, tapi juga di negara tetangga seperti Singapura.

PayPal Konfirmasi Sudah Terdaftar PSE Kominfo

0

GiateknoPayPal mengonfirmasi telah mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) soal Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). PayPal juga menegaskan berkomitmen penuh mematuhi peraturan yang berlaku.

“Menindaklanjuti permintaan dari Kominfo untuk mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), kami ingin menyampaikan bahwa PayPal telah terdaftar sebagai PSE di Indonesia,” demikian pernyataan Juru Bicara PayPal Rabu (3/8).

Sebelumnya, PayPal diblokir Kominfo karena belum terdaftar sebagai PSE. Pemblokiran PayPal itu menuai protes dari warganet yang disampaikan lewat Twitter.

Maklum, PayPal selama ini menjadi alat transaksi para pekerja lepas (freelance) di Indonesia dengan para klien di luar negeri. Pemblokiran PayPal pun mengancam mata pencaharian para pekerja tersebut.

Selain PayPal, sejumlah platform seperti Dota, Counter Striker, dan Yahoo juga diblokir. Namun ketiganya lebih dahulu dibuka aksesnya oleh Kominfo sebelum PayPal.

“Kami juga memohon bantuan kedutaan besar Amerika Serikat untuk berkomunikasi dengan PSE tersebut mengingat upaya komunikasi yang dilakukan oleh Kominfo selama ini dengan berbagai macam cara tidak mendapatkan tanggapan sama sekali,” kata Direktur Jenderal Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani dalam keterangan persnya, Senin (1/8).

Paypal

Upaya komunikasi itu sudah dilakukan berbagai cara, termasuk dengan platform layanan keuangan yang banyak dipakai di RI, PayPal.

“Kami terus berusaha untuk berkomunikasi dengan pengelola Paypal, karena sampai saat ini meskipun sudah dicoba untuk berkomunikasi dengan berbagai macam cara/jalur, Paypal sama sekali belum merespons,” lanjut Semuel.

Lebih lanjut, PayPal juga menegaskan berkomitmen mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di mana pun kami beroperasi. PayPal juga memastikan para pelanggannya bisa bertransaksi seperti biasa.

“Saat ini kami telah terdaftar sebagai PSE di Indonesia, setelah berkorespondensi langsung dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia. Pengguna PayPal dapat mengirim, menerima, dan mengakses uang mereka seperti biasa. Kami mohon maaf atas gangguan yang mungkin dialami para pengguna kami akhir pekan lalu,” kata PayPal.

Cerita User PayPal Kesulitan Tarik Gaji Saat PayPal Diblokir

0

GiateknoKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sempat memblokir PayPal pada Sabtu (30/7/2022) lantaran belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat. Selang beberapa hari, Kominfo membuka blokir PayPal sementara selama lima hari kerja, terhitung dari 1-5 Agustus 2022.

Selama blokir sementara dibuka, Kominfo mengimbau agar pengguna bisa memindahkan transaksinya di PayPal, sebelum akhirnya kembali diblokir apabila belum juga mendaftarkan diri sebagai PSE Lingkup Privat.

Salah satu pengguna yang kena imbas pemblokiran ini adalah seorang video editor penuh waktu (full time) bernama Iim (nama samaran). Iim yang saat ini berdomilisi di Lampung, bekerja di salah satu agensi di Singapura.

Dia bercerita, saat PayPal diblokir tanggal 30 Juli lalu, dia sempat menarik gaji pertamanya di laman Paypal. Saat itu, transaksi sempat berlangsung dengan lancar.

Namun, saat penarikan kedua, mendadak laman tersebut eror dan tidak bisa diakses sama sekali. Dia pun gelisah dan panik karena muncul tulisan yang menyebut bahwa laman PayPal tidak terkoneksi dengan internet. Walhasil, penarikan uang yang dilakukan pun gagal dan uang Iim “nyangkut” di PayPal.

“Pas diblokir kemarin, satu jam sebelum diblokir saya tarik (uang), uangnya sudah sampai. Nah, (saat PayPal) diblokir, saya tarik (untuk yang) kedua kali, gaji kedua. Panik saya, kenapa enggak bisa, internet enggak bisa, panik saya,” jelas Iim.

Saat itu, uang yang tersangkut sekitar 2.000 dollar AS atau setara dengan Rp 29,7 juta (mengikuti kurs hari ini). Rasa panik tersebut semakin bertambah karena Iim harus membayar sejumlah tagihan di keesokan harinya.

Sementara uang tunai yang saat itu dipegangnya, belum cukup untuk kebutuhannya. “Mana besok harus bayar tagihan dan lain-lain. Itu duitnya (tunai) kurang posisinya,” imbuh Iim.

Kegelisahan dan kepanikkan Iim juga dialami pengguna PayPal lain. Seorang mahasiswi bernama Jasmine, yang bekerja sebagai freelance (pekerja lepas) video editor di daerah Tangerang, juga terkena imbas dari pemblokiran layanan PayPal.

Jasmine yang kerap mendapatkan klien dari luar negeri, mengaku sedih setelah tahu adanya pemblokiran akses Paypal oleh Kominfo. “Jujur, sedih sih PayPal diblokir.

Sebagai freelance yang cari dananya untuk memenuhi kecukupan sehari-hari, agak tersendat gara-gara Paypal terblokir. Panik juga karena ada dana sebagian yang masih ada di dalam Paypal,” ujar Jasmine.

Dirinya mengaku, dana yang disimpan di PayPal jumlahnya tidak terlalu besar, yakni 30 dollar AS (Rp 446.340). Kendati demikian, pemblokiran PayPal cukup membuatnya panik.

Lakukan Pemindahan Transaksi

Sebagaimana imbauan Kominfo, Iim dan Jasmine memindahkan saldo mereka dari PayPal ke platform layanan keuangan lain. Iim memilih memindahkan uangnya dari PayPal ke aplikasi serupa, yakni Wise. Sementara Jasmine, memilih menggunakan Jenius. Menurut Iim, layanan Wise jauh lebih mudah dibandingkan dengan PayPal.

Proses transaksi bisa dilakukan secara langsung. Sehingga kegiatan penarikan uangnya juga bisa dilakukan dengan cepat. Hal itu berbeda dengan sistem Paypal.

Di PayPal, terkadang proses verifikasi dana dan akun yang dilakukan cukup memakan waktu beberapa hari, bahkan bisa sampai 60 hari (sekitar dua bulan).

“Saya terakhir pakai PayPal harus nunggu sampai dua bulan, pertama kali (uangnya) sekitar 250 dollar AS kalau enggak salah, Rp 4 jutaan-lah saya harus nunggu ambil uang selama dua bulan,” papar Iim.

Soal pemblokiran, Iim mengatakan seharusnya akses ke PayPal tidak ditutup di akhir bulan. Sebab, biasanya para freelance atau pekerja perusahaan asing seperti Iim, menerima upah di akhir bulan.

“Blokirnya itu di akhir bulan, kenapa enggak di tengah-tengah bulan? Sama kayak mematikan pekerjaan orang. Apalagi sistem PayPal rumit seperti gitu, kalau misalkan ambil (uang) di hari Jumat, sampainya (baru) di hari Rabu,” tambah Iim.

Seperti Iim, Jasmine juga memindahkan saldonya di PayPal, setelah blokirnya dibuka sementara oleh Kominfo. Dia baru akan memindahkan dana ke platform layanan keuangan lain hari ini, Selasa (2/8/2022).

Sebab, dia mengaku masih gagal mengakses laman PayPal Senin (1/8/2022) kemarin, serta ada kendala lainnya.

Dengan pembukaan pemblokiran selama lima hari (1-5 Agustus 2022), Jasmine merasa kesempatan yang diberikan Kominfo seharusnya sudah cukup apabila saldo dipindahkan dengan segera setelah blokir dibuka.

Dia juga menambahkan kalau proses perpindahan ini mungkin hanya akan memakan tiga hari waktu kerja. “Menurutku cukup ya (waktu pembukaan blokir sementara lima hari kerja). Pemindahan dana paling lama itu bisa tiga hari (kerja), karena dana yang masuk ke bank dan ingin dialokasikan membutuhkan waktu” papar Jasmine.

PayPal Untuk Transaksi Ke Luar Negeri

PayPal mungkin bukan platform keuangan yang umum bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Umumnya, PayPal digunakan bagi mereka yang kerap melakukan transaksi dari dan ke luar negeri.

Seperti Iim, yang menggunakan PayPal karena permintaan kliennya di luar negeri. Menurut pengalamannya, ada sejumlah klien yang punya aturan ketat dalam bertransaksi dan meminta melakukan pembayaran menggunakan PayPal. Tidak hanya itu, klien yang berasal dari Amerika Serika (AS) umumnya menggunakan kartu kredit (CC/credit card) untuk melakukan pembayaran.

Akan tetapi, menurut Iim, transaksi di layanan Paypal sangat rumit dan membingungkan. Sehingga, dia hanya menggunakan PayPal apabila memang diwajibkan oleh kantor yang merekrutnya. “Intinya, saya kalau terdesak saja pakai PayPal. Saya menghindari pembayaran menggunakan PayPal karena itu sangat membingungkan sekali,” ungkap Iim.

Perihal PSE : Petisi Gugat Kominfo Tembus 7000 Tanda Tangan

0

GiateknoPetisi Gugat Kominfo, Petisi menggugat Kementerian Komunikasi dan Informatika telah ditandatangani lebih dari 7000 orang pada Selasa (2/8).

Sebuah petisi gugat Kominfo dibuat oleh seorang bernama Fiqi Amd di laman change.org sebagai bentuk protes atas pemblokiran yang dilakukan lembaga tersebut pada sejumlah platform teknologi seperti yakni PayPal, Dota2, Steam, Epic Games, CS Go, Origin, dan Yahoo Search Engine.

Gugat Kominfo

“Tolong jangan blokir Steam, dota, paypal, counter strike, origin, epic games karena mematikan konten kreator, gamer, pro player, esport, dan mereka pihak yang dirugikan,” tulisnya dalam petisi tersebut.

Ia lantas mempertanyakan solusi alternatif selain pemblokiran.

“Apakah tidak ada solusi lain selain harus meblokir sebuah situs game legal hanya gara – gara belum daftar PSE?” ujarnya.

Selain itu, pada gambar yang dilampirkan dalam gugatan, Fiqi menuliskan “Jangan blokir sembarangan kasih mereka waktu.”

Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Selasa (2/8) pukul 15.46 WIB, petisi ini telah ditandatangani 7966 orang.

Beberapa komentar dari netizen yang menandatangani petisi menunjukkan keresahan mereka atas pemblokiran ini, seraya merujuk pada aplikasi-aplikasi yang seharusnya diblokir.

Salah satu komentar datang dari Sarah Aulia Marwah yang menyebut “slot aja tuh yang diblokir.”

Selain itu, ada juga komentar dari Jason Karjadi yang menyebut tidak ada keuntungan dari memblokir layanan-layanan platform tersebut.

“Saya tidak melihat ada untungnya untuk masyarakat dengan memblokir banyak layanan situs online,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kominfo telah membuka blokir untuk lima dari tujuh platform yang diblokir.

Platform-platform yang dibuka blokirnya tersebut adalah PayPal, Yahoo, dan Valve Corp yang terdiri dari Steam, CS Go, dan DOTA.

Paypal telah dibuka aksesnya sejak Minggu (31/7) pukul 08.00 WIB. Sementara Valve Corp yang terdiri dari Steam, CS GO, dan DOTA telah dilakukan normalisasi sejak pukul 08.30 WIB hari ini.

Yahoo juga diklaim telah mendapat normalisasi pada jadwal yang sama dengan Valve Corp.

Jika Anda ingin ikut serta dalam memberikan suara dalam petisi tersebut silakan untuk mengunjungi Change.org melalui link berikut ini :

GUGAT KOMINFO STOP MAIN BLOKIR TIDAK JELAS! MENDING BLOKIR SITUS JUDI!

Apa Itu PSE?

Secara definisi, PSE adalah orang, penyelenggara negara, atau badan usaha, yang menyediakan, mengelola,atau mengoperasikan sistem elektronik kepada pengguna. Dalam PP 71/2019, terdapat kewajiban PSE, baik PSE Lingkup Publik maupun Privat, untuk melakukan pendaftaran layanannya ke Kominfo. Tujuannya untuk mengoordinasikan pemanfaatan teknologi informasi yang terdapat di Indonesia.

PSE-Indonesia
PSE Kominfo

Dalam hal pendaftaran PSE Lingkup Privat, mekanismenya diatur dalam Permen Kominfo 5/2020. Pada aturan itu, pendaftaran PSE Lingkup Privat dilakukan lewat mekanisme Online Single Submission (OSS).

Pendaftaran wajib dilakukan oleh PSE Lingkup Privat, seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan sebagainya, agar mendapat semacam izin mengoperasikan layanan sistem elektroniknya di Indonesia. Untuk mendapatkan izin itu, PSE Lingkup Privat harus mengajukan permohonan pendaftaran ke Kominfo yang memuat tentang informasi sebagai berikut:

  • Gambaran umum pengoperasian sistem elektronik yang terdiri dari nama sistem elektronik, alamat IP server, keterangan data pribadi yang diproses, lokasi pengelolaan sistem elektronik, sertifikat keamanan, dan sebagainya.
  • Kewajiban untuk memastikan keamanan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Kewajiban melakukan perlindungan Data Pribadi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Kewajiban untuk melakukan uji kelaikan Sistem Elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bila PSE Lingkup Privat tidak melaksanakan kewajiban sesuai dengan peraturan tersebut, maka bakal dikenai sanksi administratif. Adapun sanksi administratif itu adalah berupa pemutusan akses atau pemblokiran terhadap sistem elektronik miliknya.

PSE Yang Belum Daftar

Mengingat batas waktu pendaftaran kian dekat, masih banyak nama besar PSE Lingkup Privat yang populer di Tanah Air, yang belum terlihat terdaftar di laman PSE Kominfo. Pantauan KompasTekno di laman pse.kominfo.go.id pada Senin (18/7/2022), PSE besar seperti Google, Facebook, WhatsApp, Instagram, Netflix, Twitter, Zoom, hingga YouTube masih belum muncul sebagai PSE terdaftar.

Dengan belum melakukan pendaftaran, berarti beberapa layanan dari perusahaan tersebut bakal berpotensi diblokir. Belum diketahui apa penyebab perusahaan teknologi tersebut belum melakukan pendaftaran. Padahal, Kominfo sudah melayangkan imbauan pendaftaran PSE sejak tahun lalu. Namun pada akhir Juni lalu, KompasTekno sempat menghubungi dua platform besar yang beroperasi di Indonesia yakni Meta (Facebook, WhatsApp, IG) maupun Twitter.

Tidak Akan Langsung Diblokir?

Dalam hal pengenaan sanksi administratif atau pemblokiran layanan, sesuai Permen Kominfo 5/2020, Kominfo akan berkoordinasi dengan otoritas atau kementerian yang lain dulu. Dedy juga menjelaskan, setelah dilakukan koordinasi dengan kementerian lain maka Kominfo bakal berkomunikasi dengan PSE yang belum terdaftar, untuk menanyakan alasannya. “Jika tidak ada penjelasan yang cukup bisa diterima oleh Kementerian Kominfo, maka sesuai dengan PM 5/2020 dan revisinya, maka kami akan langsung melakukan pemutusan akses,” kata Dedy.

Dengan adanya proses komunikasi tersebut, berarti PSE Lingkup Privat yang belum daftar, kemungkinan besar tidak bakal langsung diblokir setelah 20 Juli 2022. Kemudian, bila PSE Lingkup Privat terlanjur diblokir, akses layanannya pun masih bisa dibuka kembali atau dinormalisasi.

Agar bisa dinormalisasi, PSE yang terlanjur diblokir harus melaksanakan kewajiban sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. Demikian penjelasan seputar wacana Kominfo blokir WhatsAppInstagramFacebook, dan Google, yang bakal berlaku mulai 20 Juli mendatang, semoga bermanfaat.

Masih Bisa Diakses Meski Tidak Daftar PSE, Kominfo Diam

0

GiateknoInternet Indonesia, Puluhan platform digital yang populer digunakan terpantau masih belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kendati demikian, platform digital yang belum terdaftar sebagai PSE tampaknya masih bisa diakses hari ini.

Padahal, Kominfo sebelumnya mengatakan akan memblokir platform digital yang belum juga mendaftarkan diri ke situs pse.kominfo.go.id hingga tenggat yang ditetapkan, yakni 27 Juli pukul 23.59 WIB.

PSE-Indonesia
PSE Kominfo

Kominfo sejatinya sudah menutup pendaftaran PSE pada 20 Juli lalu. Namun, Kominfo memberikan tambahan waktu lima hari kerja bagi platform digital yang belum terdaftar, terhitung mulai tanggal 21-27 Juli pukul 23.59 WIB.

Pada tanggal 21 Juli lalu, Kominfo mengatakan telah mengirim surat peringatan ke 100 platform digital dengan trafik terbesar di Indonesia yang belum mendaftar ke situs PSE. Apabila masih “bandel”, Kominfo sesumbar tak segan akan melakukan pemblokiran sementara.

“Kalau mulai hari ini (dikirim surat peringatan), berarti hari Rabu (tanggal 27 Juli 2022) pukul 23.59 WIB, PSE tidak ada respons atau komitmen untuk mendaftar, apalagi tidak mau mendaftar, maka tim kami di direktorat pengendalian akan melakukan pemutusan akses terhadap platform tersebut,” kata Plt. Direktur Tata Kelola Aptika Teguh Arifiadi dalam konferensi pers 21 Juli lalu.

Meta world PSE Giatekno
Ilustrasi Beberapa Platform Online

KompasTekno telah menghubungi Kominfo untuk meminta penjelasan mengenai platform digital yang belum terdaftar, tapi masih bisa diakses.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan telah memberikan respons, tetapi belum memberikan penjelasan apa pun dan mengatakan akan menggelar konferensi pers besok, Jumat (29/7/2022).

“Besok ada konferensi pers,” jawab pria yang akrab disapa Semmy itu secara singkat kepada KompasTekno, Kamis (28/7/2022).

Sejumlah PSE masih bisa diakses Hasil pantauan KompasTekno, Kamis (28/7/2022) pagi di laman PSE Kominfo, sejumlah PSE populer yang belum terdaftar di laman pse.kominfo.go.id masih dapat diakses.

Berdasarkan penelusuran pukul 08.40 WIB, platform seperti Amazon.com, Alibaba.com, hingga PayPal masih bisa diakses seperti biasa.

Begitu pula platfrom lain, seperti LinkedIn, Pinterest, Yahoo, Wikipedia, Waze, Quora, Twitch, Steam, Minecraft, dan lainnya masih bisa beroperasi seperti sedia kala dan tidak terdapat gangguan apa pun.

Belum diketahui pasti apakah hal ini disebabkan karena pemblokiran masih dalam proses atau memang belum ada tindakan pemblokiran. Tidak menutup kemungkinan pula bahwa proses pendaftaran sudah berlangsung, tetapi status pendaftaran belum muncul di situs pse.kominfo.go.id. Sebab, Google yang disebut sudah mendaftar ke PSE Kominfo juga belum muncul di situs pse.kominfo.go.id.

Kejanggalan Google di Situs PSE

Beberapa waktu lalu, Kominfo mengonfirmasi bahwa Google telah mendaftarkan layanannya, seperti Search, YouTube, Gmail, dll ke PSE. Pihak Google juga mengamini hal tersebut. Akan tetapi, setelah enam hari kerja, status pendaftaran Google belum juga muncul di laman pse.kominfo.go.id.

Di menu PSE Domestik, hanya dua entitas Google yang terdaftar PSE Kominfo, yaitu Google Cloud Indonesia dan Google Ads Indonesia. Adapun entitas lainnya seperti Youtube, Google Search, Play Store, dan Google Maps terpantau belum muncul pada situs PSE Kominfo.

Sanksi PSE

Kominfo mengatakan, ada tahapan sanksi yang akan dijatuhkan bagi platform digital yang belum mendaftar PSE. Dimulai dari tahap pertama, yaitu pemberian surat peringatan yang akan diberikan ke platform digital yang belum mendaftar.

Apabila tidak ada respons dan belum juga mendaftar, Kominfo mengatakan akan langsung menutup akses platform atau melakukan take down sementara. Sebelumnya, Kominfo sempat mempertimbangkan sanksi denda, tetapi ditunda lantaran peraturannya masih belum siap. “Terkait denda, peraturan pemerintahnya (PP) sedang disiapkan.

PP-nya sedang dirapatkan antarkementerian. Jadi, kami langsung (memberlakukan sanksi) dari peringatan, kemudian langsung pemblokiran,” papar Semmy.

Kendati begitu, pemblokiran yang ditetapkan sifatnya adalah sementara. Semmy menjelaskan bahwa pemblokiran akses platform digital dapat dicabut atau dinormalisasi.

Hal tersebut dapat terjadi apabila platform digital (yang belum daftar) telah melakukan pendaftaran melalui sistem online single submission-sirsh based approach (OSS-RBA).

Penelitian: Beda Kesehatan Mental Antar Gamer

0

GiateknoInfo Gamer, Sebagai sebuah industri hiburan yang terhitung baru, dengan level interaktivitas yang lebih aktif dibandingkan menonton film atau mendengar musik, tuduhan bahwa video game bisa mempengaruhi hidup seseorang memang seringkali mengemuka.

Stigma bahwa hampir semua efek ini berujung negatif terus berusaha diperangi dengan penelitian-penelitian yang terstruktur, lengkap dengan kesimpulan yang valid dan reliable. Namun harus diakui, ada begitu banyak misteri yang memang belum terjawab bahkan di kalangan gamer itu sendiri. Salah satunya? Gamer yang ingin bermain game VS gamer yang merasa harus memainkan game tertentu.

GTA V

Penelitian inilah yang dilakukan oleh tim Oxford Internet Institute (OII) selama 6 minggu terakhir terhadap setidaknya 40.000 subjek penelitian soal kesehatan mental. Hasilnya? Kesimpulan menegaskan bahwa bermain game tidak membahayakan kesehatan mental, kecuali gamer merasa “harus bermain” alih-alih “ingin bermain”. Ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok gamer ini terlepas dari jumlah waktu bermain yang mereka tempuh. Ini membuat tim menyimpulkan bahwa yang berpengaruh pada kesehatan mental bukanlah kuantitas gaming, tetapi kualitas gaming.

Tim penelitian sendiri menggunakan game-game seperti Animal Crossing: New Horizons, Gran Turismo Sport, Apex Legends, hingga EVE Online untuk mendapatkan kesimpulan ini. Professor Przyblski yang memimpin penelitian ini menyebut bahwa masih ada ada banyak misteri yang harus dijawab terkait gaming, namun setidaknya penelitian ini memberikan highlight yang penting untuk pertanyaan yang mungkin belum mengemuka sebelumnya – “Mengapa Gamer bermain game?”.

Genshin Impact

Efek Positif Game Pada Prestasi Akademis

Sudah tidak asing lagi, jika ada sebuah stigma bahwa game membuat anak-anak menjadi sulit untuk beprestasi di sekolah. Game membuat perhatian anak terbagi, dan dengan perhatian yang terbagi, anak justru berakhir malas dan tak mudah untuk menangkap pelajaran di sekolah. Tetapi penelitian terbaru justru membuktikan hal yang sebaliknya.

Hal inilah yang dibuktikan Alberto Posso dari Royal Melbourne Institute of Technology yang menganalisa data dari para siswa yang sempat mengikuti Program for International Student Assessment (Pisa) di tahun 2012. Penelitiannya sendiri bertujuan untuk mencari korelasi antara nilai akademis dengan aktivitas yang dilakukan anak di luar sekolah. Hasilnya? Studi ini menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu mereka setiap hari untuk bermain game online ternyata mencatatkan skor 15 point lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang tidak. Mereka punya kemampuan yang lebih di beberapa mata pelajaran seperti ilmu pengetahuan alam, matematika, dan juga membaca. Data ini dihimpun dari sekitar 12.000 siswa.

Posso berkesimpulan bahwa hal ini mungkin terjadi karena sifat game online itu sendiri. Fakta bahwa game online terkadang memuat puzzle yang butuh diselesaikan untuk mencapai level selanjutnya, dan juga menuntut pengetahuan umum yang berhubugan dengan matematika dan membaca juga berkontribusi di sana. Walaupun demikian, tak bisa disimpulkan apakah memang hubungan yang muncul adalah sebab-akibat atau tidak. Karena bisa jadi yang terjadi justru sebaliknya, bahwa anak-anak yang memang punya kemampuan lebih di matematika, membaca, dan ilmu pengetahuan alam punya ketertarikan lebih di game-game online.

Games dan Akademik

Penelitian yang dilakukan oleh Posso ini menambah deretan panjang hasil penelitian sebelumnya dari beragam belahan dunia yang tampaknya punya satu kesimpulan yang hampir sama, bahwa terlepas dari semua citra negatif di mata mereka yang awam, video game tak bisa dipungkiri punya efek positif yang tak bisa dikesampingkan begitu saja.

VR-Chat, Ruang Virtual Yang Masih Dicintai Banyak Gamers

0

GiateknoInfo Digital VR-Chat adalah sebuah lingkungan yang dibuat untuk mereka yang memiliki kacamata virtual reality (VR) dan ingin melakukan interaksi di dalam lingkungan virtual.

Menariknya, baik mereka yang memiliki atau atau tidak memiliki kacamata VR ini bisa mengakses ruang chat atau game ini untuk menikmati interaksi serta permainan-permainan kecil (minigame) yang tak terhitung jumlahnya.

Pada artikel ini, kita akan berbicara tentang VR-Chat yang kini telah menjadi rumah baru untuk para penikmat pop-culture ada games.

VR-Chat dirilis gratis di Steam pada 1 Februari 2017 untuk windows, Oculus RIFT dan HTC Vive. Game atau Jaringan Sosial ini memungkinkan pemainnya membuat dan membentuk karakter dan memasuki lingkungan online untuk mengobrol dan berinteraksi melalui obrolan suara, pesan, gerakan, dan emoji.

VR-Chat memiliki beberapa minigame seperti tenis, bowling, mengambil bendera dan disk, serta interaksi seperti menari, restoran dan Stand Up. Game ini terbuka dan memungkinkan siapa saja untuk membuat Game mereka, memungkinkan mode dan interaksi Game tanpa batas.

Interaksi Para Gamers di Dalam VR-Chat

VR-Chat, Rumah Bagi Para Pengila Pop-culture

Game ini sangat menarik karena memungkinkan pemain untuk membuat skin karakter mereka sendiri untuk digunakan. Saat memasuki game, pemain akan menemukan beberapa karakter dari anime, game, dan ikon lainnya.

Karena ini adalah permainan terbuka tanpa aturan, Pemain dapat menemukan banyak percakapan dan hal yang tidak menyenangkan. Meskipun tim mencoba untuk mengawasi kulit yang dibuat, masih mungkin untuk menemukan hal-hal tertentu. Pemain dapat menemukan beberapa video menyenangkan di dalam obrolan VR.

Berikut ini adalah gambaran bagaimana para pemain VR-Chat menikmati forum virtual ini :